Label: , ,

Bentuk / Jenis Karya Ilmiah

0 komentar

Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Label: ,

Karangan Ilmiah dan Non Ilmiah

0 komentar


  1. Karya Ilmiah
Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil
penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
Tujuan Karya ilmiah
  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Manfaat Karya ilmiah
  • Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
  • Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
  • Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
  • Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
  • Memperoleh kepuasan intelektual;
  • Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
  • Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

Jenis 2 Karya Ilmiah
  • Disertasi
  • Tesis
  • Skripsi
  • Makalah
2. Karya NonIilmiah

Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).


Jenis-jenis yang termasuk Karangan Non ilmiah : 
dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.


Sifat Karangan ilmiah :
  1. emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
  2. persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
  3. deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
  4. jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

Perbedaan Karangan Ilmiah & Karangan Non ilmiah :
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan non ilmiah yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel,  feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan non ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, roman, puisi, dan drama.

Karya non ilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

Sumber :

Label: ,

Pengertian Induktif & Deduktif

0 komentar

Metode induktif

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.
Contoh paragraf Induktif:
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti brigdens, shafel muter, salsa (dan Kripton), free dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.
Contoh generalisasi:
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

Metode deduktif

Pengertian dari paragraf deduktif, yaitu sebuah paragraf yang berpola dari umum ke khusus, artinya paragraf yang didahului dengan kalimat umum kemudian dikembangkan dengan beberapa kalimat penjelas. Pembahasan mengenai jenis paragraf yang satu ini biasa kita temui dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, mulai dari SD hingga SMA. Contoh dari paragraf deduktif bisa kita temukan di pelbagai penyedia artikel, seperti internet, majalah, tabloid dan koran.
Contoh : Paragraf Deduktif

Negara adalah institusi mapan, tetapi tetap dinamis sehingga mampu mengantisipasi segala perubahan yang terjadi. Negara mewadahi seluruh kepentingan masyarakat bangsa. Ia hanya menyediakan kerangka umum yang bersifat abstrak, sehingga terbuka untuk ditafsirkan. Sementara pemerintah adalah pranata kontemporer, sebagai penyelenggara negara dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh konstitusi negara.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://rohmatullahh.blogspot.com/2013/09/pengertian-contoh-paragraf-deduktif.html
http://3.bp.blogspot.com/-P03jWwjBbLI/TwyNxLjKf_I/AAAAAAAAALM/vlT0xYcdFmc/s1600/buku2.jpg

Contoh Proposal

0 komentar

a.    Judul
Alarm Lemari Es
b.       Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari - hari seringkali seseorang lupa menutup pintu lemari es dengan rapat sehingga mengakibatkan udara dari luar masuk ke dalam lemari es, sehingga membuat bahan makanan yang di tempatkan di dalam lemari es bisa cepat busuk. Oleh karena itu lemari es hendaknya dilengkapi dengan alarm yang menandakan kalau pintunya tidak tertutup rapat.
Alarm lemari es ini menggunakan sebuah sensor cahaya yang berfungsi untuk mendeteksi apakah lampu pada lemari es sudah mati atau masih menyala. Sensor cahaya yang digunakan adalah LDR (Light Dependence Resistor).

Label:

Pengertian Bahasa Menurut Ahli

0 komentar

   Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.

Label:

Ragam dan fungsi bahasa

0 komentar

Ragam Bahasa

Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.

SISTEM INFORMASI KERETA COMMUTER

0 komentar

Dalam Kehidupan sehari-hari tentu manusia melakukan berbagai aktifitas bepergian kesuatu tempat maupun suatu daerah yang dilakukan secara rutin. Untuk melakukan aktifitas berpergian tentu membutuhkan alat transportasi seperti Kereta, Bis, Angkutan Umum, Kendaraan Pribadi, Dll.
Salah satu alat transportasi yang paling sering digunakan oleh penduduk Jakarta dan sekitarnya merupakan kereta. Kereta api adalah alat transportasi yang hemat biaya dan cepat mengantarkan penumpang ke tujuan. Oleh karena itu kereta api banyak di minati oleh warga ibu kota.
Tetapi timbul suatu masalah bagi penumpang kereta dan masinis yang menggunakan kereta. Sebagai seorang penumpang tentu saja memerlukan informasi tentang Jadwal Kereta, Daftar Stasiun, Posisi Kereta, dan rute kereta yang akan di naiki. Begitu pula masinis, seorang masinis yang bertugas mengemudika kereta pasti sangat membutuhkan informasi mengenai Jadwal Kereta, Daftar Stasiun, Posisi Kereta, dan rute kereta serta posisi kereta lain untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
Dari munculnya masalah tersebut penulis terinspirasi untuk membuat sebuah program yang dapat membantu baik penumpang kereta maupun pengemudi kereta untuk dapat memperoleh yang mereka butuhkan secara mudah.
Program ini dinamakan system informasi kereta commuter. Program ini memiliki spesifikasi yang akan di kembangkan agar compatible untuk hampir semua device. Dasar pemrograman yang digunakan untuk membuat program ini adalah visual basic.
Program ini di hubungkan ke sebuah server agar seluruh user dapat mengakses data mengenai informasi tentang kereta tersebut. Adapun tampilan visual basic program tersebut serta fungsi – fungsinyaakan dijabarkan lebih jelas pada paragraph berikutnya.

Gambar dibawah merupakan tampilan awal program ketika di luncurkan :


       Pengguna akan diberikan akun sendiri – sendiri agar dapat lebih terfokus pada tujuan yang mereka inginkan. Seluruh kalangan dapat mendaftar pada program ini. Tinggal klik tombol daftar maka pengguna akan disuguhi form pendaftaran seperti gambar dibawah.


         Setelah mengisi semua data secara lengkap checklis Accept Terms and Agreements maka akan muncul tombol setuju. Klik tombol setuju maka anda akan langsung masuk ke prfile anda.


          Di dalam profile terdapat menu daftar stasiun, posisi saat ini, info jalur, jadwal kereta, dan jam kerja.

Aplikasi ini dibuat untuk menyelesaikan tugas Interaksi Manusia & Komputer. Semoga dengan terselesaikannya tugas ini dapat mempermudah pengguna dalam menggunakan aplikasi yang penulis buat.
Penulis mengakui bahwa masih terdapat kekurangan maupun bug pada program ini. Untuk kedepannya program ini akan dikembangkan menjadi lebih baik lagi sesuai dengan fungsi aslinya.