Label: ,

Application Letter

0 komentar

May 1, 2015

Mr. Alzhar Rusdi
Personnel Manager
HBSTech Company
Kelapa Dua, Depok City

Dear Mr. Alzhar:

Your advertisement in the April 27  issue of the Kompas News Paper calls a hardware and robotics technology who is proficient in Hardware Management, computer network  literate, and with pleasing personality.  I sincerely believe that I meet your requirements for the position.

I am Ahmad Ilmawan Islami,  a Department of Computer Systems, in Gunadarma University. I consider as my assets: my proficiency in both written and spoken English, Able to use computer applications such as MS Office (Excel, Word, Access, PowerPoint, Outlook) , C# , C++, Java, and network enginering. I am hardworking, efficient, and highly driven, and I am willing to undergo training to further improve my capabilities.

Label: ,

Pengertian Surat

0 komentar

Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal: sarana pemberitahuan, permintaan, buah pikiran, dan gagasan; alat bukti tertulis; alat pengingat; bukti historis; dan pedoman kerja. Pada umumnya, dibutuhkanperangko dan amplop sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat maka nilai yang tercantum di perangko harus semakin besar juga.

Sejarah surat dunia

Persia dan Mesir

Pada awalnya, surat berisikan dokumen-dokumen pemerintah yang biasa dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain dengan kuda ataupun kereta kuda. Sistem pengiriman pos di dunia dimulai di Mesir sekitar tahun 2000 SM. Di Mesir, di mana pertukaran kebudayaan dengan Babilonia terjadi, pembungkus surat atau amplop bisa berupa kain, kulit binatang, atau beberapa bagian sayuran. Mereka juga membungkus pesan mereka menggunakan lapisan tipis dari tanah liat yang dibakar. Sedangkan kekaisaran Persia di bawah kekuasaan Cyrus sekitar tahun 600 SM menggunakan sistem pengiriman pesan yang terintegrasi. Pengendara kuda (Chapar) akan berhenti di titik-titik pos tertentu (Chapar-Khaneh). Di sini, pengendara kuda akan mengganti kudanya dengan yang baru untuk mendapatkan kecepatan maksimum dalam pengiriman pesan. Sistem ini disebut dengan angariae.

China

Di sisi lain dunia, di China, sebuah pelayanan pos sudah dimulai sejak zaman Dinasti Chou pada 1122-1121 SM. Seperti di Persia, surat yang dikirimkan biasanya berisikan mengenai dokumen pemerintah. Sistem pengirimannya terdiri atas beberapa orang yang bergantian menyampaikan pesan tiap radius sembilan mil atau empat belas koma lima kilometer. Sistem ini semakin berkembang dengan jangkauan yang lebih luas pada masa pemerintahan Dinasti Han pada tahun 202 SM hingga tahun 220 ketika China berhubungan dengan Romawi dan sistem pelayanan pos mereka.

India

Perkembangan pertumbuhan dan kestabilan politik di bawah kekuasaan Kekaisaran Mauryan (322-185 SM) memperlihatkan perkembangan infrastruktur di India Kuno. KaumMauryan mendirikan sistem pengiriman pesan, pendirian sumur umum, rumah peristirahatan, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya. Pengiriman pesan dilakukan menggunakan kereta terbuka yang ditarik kuda yang disebut dengan Dagana. Selain itu, pada masa ini para penguasa juga melindungi tanah-tanah yang mereka punya dengan mengirimkan pesan kepada polisi atau agen militer tempat mereka berada dalam arus komunikasi seperti melalui pembawa pesan dan merpati pos. Terkadang masyarakat awam juga mengirimkan surat kepada kerabatnya yang tinggal berjauhan.

Romawi

Kerajaan Romawi sendiri memebangun sistem pelayanan pos paling canggih pada tahun 14 yang bersaing dengan China oleh Kaisar Augustus. Jangkauan sistem pelayanan pos ini mencakup seluruh dataran Mediterania karena adanya kebutuhan penyampaian pesan dari pemerintah Romawi dan militer antar provinsi. Kebutuhan ini memunculkan pembangunan jalan pos dengan beberapa stasiun untuk pergantian pengantar pengirim pesan setiap seratus tujuh puluh mil atau dua ratus tujuh puluh kilometer dalam periode waktu dua puluh empat jam. Akan tetapi pada akhirnya sistem ini tidak mampu bertahan karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah surat yang dikirim dan waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman surat tersebut pada abad sembilan di Eropa.

Renaisans hingga Saat Ini

Walaupun kerajaan-kerajaan di Barat mulai hancur, tidak berarti sistem pelayanan pos juga hilang begitu saja. Sistem ini dipertahankan setidaknya hingga abad ke sembilan sebelum akhirnya terpecah-pecah dan tidak digunakan lagi; berbeda dengan di Timur di Kekaisaran Bizantium di mana sistem tersebut bertahan lebih lama karena adanya penyerapan sistem tersebut oleh kerajaan Islam di Baghdad.
Dengan perkembangan bisnis internasional yang semakin meluas, ada tuntutan seputar korespondensi bisnis. Perusahaan-perusahaan mulai membangun pelayanan pos milik mereka sendiri. Hingga abad 13 , hubungan antara pusat-pusat komersial bisnis FlorenceGenoa, dan Siena telah berjalan dengan pusat komersial bisnis di Prancis Utara. Hal ini menarik minat para pedagang di Eropa sehingga mereka memistiskan untuk menyediakan jalur internasioanl untuk berita dan bisnis. Pada saat itu pula sudah terdapat pelayanan pos antara Venesia dengan Konstantinopel, pusat kerajaan Islam pada saat itu.
Akan tetapi, dengan menguatnya negara-bangsa di Eropa, muncul lah tuntuan mengenai hak privasi atas surat yang dikirimkan. Usulan ini ditentang oleh pemerintah, di Prancis khususnya oleh France Louis XI di mana ia menciptakan Royal Postal Service. Di sisi lain, pemerintah InggrisHenry VIII membangun pelayanan reguler menuju London. Sayangnya kedua sistem tersebut bukanlah untuk umum, tetapi untuk orang-orang pemerintahan. Surat-surat pribadi belum diakui hingga akhirnya pada tahun 1627 di Prancis diizinkan adanya pengiriman surat pribadi. Akhirnya pada 1680, William Dockwra membuka pelayanan pos privat yang menggunakan metode prabayar. Surat yang akan dikirimkan akan di cap untuk menujukan kapan dan kemana surat-surat tersebut ditujukan.
Saat ini kemajuan sistem pengiriman surat juga dipengaruhi oleh teknologi yang berkembang saat ini; misalnya surat udara ataupun surat elektronik. Surat udara pertama berasal dari Paris pada September 1870 yang mengangkut lima ratus pounds surat dari atas balon udara. Sedangkan surat elektronik pertama ditemukan pada 1970 oleh Ray Tomlinson.

Label:

Tutorial Arduino Untuk Pemula : Membuat blink tanpa delay pada arduino

1 komentar

Pada pembahasan kali ini saya akan membahas tentang cara mebuat blink tanpa delay pada arduino. untuk mebuat blink led tanpa delay mebutuhkan led sebagai output.

adapun syntax arduinonya adalah :

/* Blink without Delay

 Turns on and off a light emitting diode(LED) connected to a digital
 pin, without using the delay() function.  This means that other code
 can run at the same time without being interrupted by the LED code.

 The circuit:
 * LED attached from pin 13 to ground.
 * Note: on most Arduinos, there is already an LED on the board
 that's attached to pin 13, so no hardware is needed for this example.


 created 2005
 by David A. Mellis
 modified 8 Feb 2010
 by Paul Stoffregen

 This example code is in the public domain.


 http://www.arduino.cc/en/Tutorial/BlinkWithoutDelay
 */

// constants won't change. Used here to
// set pin numbers:
const int ledPin =  13;      // the number of the LED pin

// Variables will change:
int ledState = LOW;             // ledState used to set the LED
long previousMillis = 0;        // will store last time LED was updated

// the follow variables is a long because the time, measured in miliseconds,
// will quickly become a bigger number than can be stored in an int.
long interval = 1000;           // interval at which to blink (milliseconds)

void setup() {
  // set the digital pin as output:
  pinMode(ledPin, OUTPUT);    
}

void loop()
{
  // here is where you'd put code that needs to be running all the time.

  // check to see if it's time to blink the LED; that is, if the
  // difference between the current time and last time you blinked
  // the LED is bigger than the interval at which you want to
  // blink the LED.
  unsigned long currentMillis = millis();

  if(currentMillis - previousMillis > interval) {
    // save the last time you blinked the LED
    previousMillis = currentMillis;  

    // if the LED is off turn it on and vice-versa:
    if (ledState == LOW)
      ledState = HIGH;
    else
      ledState = LOW;

    // set the LED with the ledState of the variable:
    digitalWrite(ledPin, ledState);
  }
}

Sekian pembahasan dari saya terimakasih.

Sumber :  http://www.arduino.cc/en/Tutorial/BlinkWithoutDelay

Label:

Tutorial arduino untuk pemula : Cara menggunakan sensor ping (ultrasonik)

0 komentar

Pada pembahasan kali ini akan embahas tentang cara menggunakan sensor ping (ultrasonik) pada arduino. ultrasonik merupakan sensor jarak yang berfungsi untuk mengukur jarak.

adapun contoh syntaxnya adalah :

/* Ping))) Sensor
 
   This sketch reads a PING))) ultrasonic rangefinder and returns the
   distance to the closest object in range. To do this, it sends a pulse
   to the sensor to initiate a reading, then listens for a pulse
   to return.  The length of the returning pulse is proportional to
   the distance of the object from the sensor.
   
   The circuit:
* +V connection of the PING))) attached to +5V
* GND connection of the PING))) attached to ground
* SIG connection of the PING))) attached to digital pin 7

   http://www.arduino.cc/en/Tutorial/Ping
 
   created 3 Nov 2008
   by David A. Mellis
   modified 30 Aug 2011
   by Tom Igoe

   This example code is in the public domain.

 */

// this constant won't change.  It's the pin number
// of the sensor's output:
const int pingPin = 7;

void setup() {
  // initialize serial communication:
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  // establish variables for duration of the ping,
  // and the distance result in inches and centimeters:
  long duration, inches, cm;

  // The PING))) is triggered by a HIGH pulse of 2 or more microseconds.
  // Give a short LOW pulse beforehand to ensure a clean HIGH pulse:
  pinMode(pingPin, OUTPUT);
  digitalWrite(pingPin, LOW);
  delayMicroseconds(2);
  digitalWrite(pingPin, HIGH);
  delayMicroseconds(5);
  digitalWrite(pingPin, LOW);

  // The same pin is used to read the signal from the PING))): a HIGH
  // pulse whose duration is the time (in microseconds) from the sending
  // of the ping to the reception of its echo off of an object.
  pinMode(pingPin, INPUT);
  duration = pulseIn(pingPin, HIGH);

  // convert the time into a distance
  inches = microsecondsToInches(duration);
  cm = microsecondsToCentimeters(duration);
 
  Serial.print(inches);
  Serial.print("in, ");
  Serial.print(cm);
  Serial.print("cm");
  Serial.println();
 
  delay(100);
}

long microsecondsToInches(long microseconds)
{
  // According to Parallax's datasheet for the PING))), there are
  // 73.746 microseconds per inch (i.e. sound travels at 1130 feet per
  // second).  This gives the distance travelled by the ping, outbound
  // and return, so we divide by 2 to get the distance of the obstacle.
  // See: http://www.parallax.com/dl/docs/prod/acc/28015-PING-v1.3.pdf
  return microseconds / 74 / 2;
}

long microsecondsToCentimeters(long microseconds)
{
  // The speed of sound is 340 m/s or 29 microseconds per centimeter.
  // The ping travels out and back, so to find the distance of the
  // object we take half of the distance travelled.
  return microseconds / 29 / 2;
}

Sekian pembahasan dari saya, terima kasih.

Sumber : http://www.arduino.cc/en/Tutorial/Ping

Label:

Tutorial Arduino Untuk Pemula : Penggunaan Motor Servo Pada Arduino

0 komentar

Pada pembahasan kali ini saya akan membahas tentang oenggunaan motor servo pada arduino. adapun kegunaan motor servo sangan bermanfaat untuk robot lengan dan sebagainya karena torsinya besar.

adapun contoh syntax motor servo pada arduino :

 // Controlling a servo position using a potentiometer (variable resistor)
// by Michal Rinott <http://people.interaction-ivrea.it/m.rinott>

#include <Servo.h>

Servo myservo;  // create servo object to control a servo

int potpin = 0;  // analog pin used to connect the potentiometer
int val;    // variable to read the value from the analog pin

void setup()
{
  myservo.attach(9);  // attaches the servo on pin 9 to the servo object
}

void loop()
{
  val = analogRead(potpin);            // reads the value of the potentiometer (value between 0 and 1023)
  val = map(val, 0, 1023, 0, 179);     // scale it to use it with the servo (value between 0 and 180)
  myservo.write(val);                  // sets the servo position according to the scaled value
  delay(15);                           // waits for the servo to get there
}

Sekian pembahasan dari saya. terima kasih

Sumber : http://people.interaction-ivrea.it/m.rinott

Label:

Tutorial Arduino Untuk Pemula : Kondisi perulangan while pada arduino

0 komentar

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cara menggunakan perulangan while pada arduino. adapun while do merupakan sebuah perulagan yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan perulangan yang sudah diketahui kondisi dimana harus berulang.

adapun contoh syntax arduinonya adalah :

/*
  Conditionals - while statement

 This example demonstrates the use of  while() statements.

 While the pushbutton is pressed, the sketch runs the calibration routine.
 The  sensor readings during the while loop define the minimum and maximum
 of expected values from the photo resistor.

 This is a variation on the calibrate example.

 The circuit:
 * photo resistor connected from +5V to analog in pin 0
 * 10K resistor connected from ground to analog in pin 0
 * LED connected from digital pin 9 to ground through 220 ohm resistor
 * pushbutton attached from pin 2 to +5V
 * 10K resistor attached from pin 2 to ground

 created 17 Jan 2009
 modified 30 Aug 2011
 by Tom Igoe

 This example code is in the public domain.

 http://arduino.cc/en/Tutorial/WhileLoop

 */


// These constants won't change:
const int sensorPin = A2;       // pin that the sensor is attached to
const int ledPin = 9;           // pin that the LED is attached to
const int indicatorLedPin = 13; // pin that the built-in LED is attached to
const int buttonPin = 2;        // pin that the button is attached to


// These variables will change:
int sensorMin = 1023;  // minimum sensor value
int sensorMax = 0;     // maximum sensor value
int sensorValue = 0;         // the sensor value


void setup() {
  // set the LED pins as outputs and the switch pin as input:
  pinMode(indicatorLedPin, OUTPUT);
  pinMode (ledPin, OUTPUT);
  pinMode (buttonPin, INPUT);
}

void loop() {
  // while the button is pressed, take calibration readings:
  while (digitalRead(buttonPin) == HIGH) {
    calibrate();
  }
  // signal the end of the calibration period
  digitalWrite(indicatorLedPin, LOW);

  // read the sensor:
  sensorValue = analogRead(sensorPin);

  // apply the calibration to the sensor reading
  sensorValue = map(sensorValue, sensorMin, sensorMax, 0, 255);

  // in case the sensor value is outside the range seen during calibration
  sensorValue = constrain(sensorValue, 0, 255);

  // fade the LED using the calibrated value:
  analogWrite(ledPin, sensorValue);
}

void calibrate() {
  // turn on the indicator LED to indicate that calibration is happening:
  digitalWrite(indicatorLedPin, HIGH);
  // read the sensor:
  sensorValue = analogRead(sensorPin);

  // record the maximum sensor value
  if (sensorValue > sensorMax) {
    sensorMax = sensorValue;
  }

  // record the minimum sensor value
  if (sensorValue < sensorMin) {
    sensorMin = sensorValue;
  }
}

Sekian pembahasan dari saya Terima kasih.

Sumber : http://arduino.cc/en/Tutorial/WhileLoop

Label:

Tutorial arduino untuk pemula : Kondisi perulangan for loop pada arduino

0 komentar

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang perulangan for loop pada arduino. perulangan for loop pada arduino berfungsi untuk melakukan counter. dibawah akan diberikan contoh penggunaan for loop pada arduino.

adapun syntax arduinonya adalah :
/*
  For Loop Iteration

 Demonstrates the use of a for() loop.
 Lights multiple LEDs in sequence, then in reverse.

 The circuit:
 * LEDs from pins 2 through 7 to ground

 created 2006
 by David A. Mellis
 modified 30 Aug 2011
 by Tom Igoe

This example code is in the public domain.

 http://www.arduino.cc/en/Tutorial/ForLoop
 */

int timer = 100;           // The higher the number, the slower the timing.

void setup() {
  // use a for loop to initialize each pin as an output:
  for (int thisPin = 2; thisPin < 8; thisPin++)  {
    pinMode(thisPin, OUTPUT);    
  }
}

void loop() {
  // loop from the lowest pin to the highest:
  for (int thisPin = 2; thisPin < 8; thisPin++) {
    // turn the pin on:
    digitalWrite(thisPin, HIGH);  
    delay(timer);                
    // turn the pin off:
    digitalWrite(thisPin, LOW);  
  }

  // loop from the highest pin to the lowest:
  for (int thisPin = 7; thisPin >= 2; thisPin--) {
    // turn the pin on:
    digitalWrite(thisPin, HIGH);
    delay(timer);
    // turn the pin off:
    digitalWrite(thisPin, LOW);
  }
}

sekian pembahasan dari saya terima kasih.

Sumber : http://www.arduino.cc/en/Tutorial/ForLoop

Label:

Tutorial Arduino untuk pemula : Kondisi IF pada arduino

0 komentar

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang penggunaan IF pada arduino. adapun untuk lebeih jelasnya dapat dilihat pada perintah program yang akan dijelaskan dibawah ini.

Adapun syntax arduinonya adalah :

/*
  Conditionals - If statement

 This example demonstrates the use of if() statements.
 It reads the state of a potentiometer (an analog input) and turns on an LED
 only if the LED goes above a certain threshold level. It prints the analog value
 regardless of the level.

 The circuit:
 * potentiometer connected to analog pin 0.
 Center pin of the potentiometer goes to the analog pin.
 side pins of the potentiometer go to +5V and ground
 * LED connected from digital pin 13 to ground

 * Note: On most Arduino boards, there is already an LED on the board
 connected to pin 13, so you don't need any extra components for this example.

 created 17 Jan 2009
 modified 9 Apr 2012
 by Tom Igoe

This example code is in the public domain.

http://arduino.cc/en/Tutorial/IfStatement

 */

// These constants won't change:
const int analogPin = A0;    // pin that the sensor is attached to
const int ledPin = 13;       // pin that the LED is attached to
const int threshold = 400;   // an arbitrary threshold level that's in the range of the analog input

void setup() {
  // initialize the LED pin as an output:
  pinMode(ledPin, OUTPUT);
  // initialize serial communications:
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  // read the value of the potentiometer:
  int analogValue = analogRead(analogPin);

  // if the analog value is high enough, turn on the LED:
  if (analogValue > threshold) {
    digitalWrite(ledPin, HIGH);
  }
  else {
    digitalWrite(ledPin,LOW);
  }

  // print the analog value:
  Serial.println(analogValue);
  delay(1);        // delay in between reads for stability
}

Sekian pembahasan dari saya terima kasih.

Label:

Tutorial Arduino Untuk Pemula : Cara Menggunaka Liquid Crystal Display pada arduino

0 komentar

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai cara menggunaka LCD pada arduino. adapun komponen yang diperlukan adalah sebuah module LCD dan Arduino uno. untuk pemasangan portnya dapat melihat pada syntax dibawah.

adapun syntax yang dapat digunakan adalah :

Label:

Tutorial Arduino Untuk Pemula : IR Receive pada arduino

0 komentar

Pada pembahasan kali ini saya akan membahas tentang cara menrima kode hexa dari sebuah perangkat yang mengirimkan data hexa menggunakan inframerah. adapun perangkat yang diperlukan adalah sensor inframerah dan arduino UNO R3.

Label:

Tutorial Arduino untuk pemula : Cara Melakukan IR Send pada arduino

0 komentar

Pada kesempatan kali ini saya akan mebahas bagaimana melakukan ir Send pada arduino
berikut adalah syntax yang dapat digunakan untuk melakukan ir send

Label:

Tutorial Arduino Untuk Pemula : Cara melakukan pembacaan data digital dan analog

0 komentar


Arduino merupakan sebuah minsys yang memanfaatkan IC ATMEGA328. Arduino merupakan sebuah mikrokontroller yang mudah dimengerti bagi pemrogram yang sudah menguasai bahasa c.

pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cara melakukan analogread dan digital read.

Label: , ,

Bentuk / Jenis Karya Ilmiah

0 komentar

Karya ilmiah (bahasa Inggrisscientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Label: ,

Karangan Ilmiah dan Non Ilmiah

0 komentar


  1. Karya Ilmiah
Karya ilmiah (bahasa Inggrisscientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil
penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalahlaporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
Tujuan Karya ilmiah
  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Manfaat Karya ilmiah
  • Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
  • Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
  • Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
  • Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
  • Memperoleh kepuasan intelektual;
  • Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
  • Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

Jenis 2 Karya Ilmiah
  • Disertasi
  • Tesis
  • Skripsi
  • Makalah
2. Karya NonIilmiah

Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).


Jenis-jenis yang termasuk Karangan Non ilmiah : 
dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.


Sifat Karangan ilmiah :
  1. emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
  2. persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
  3. deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
  4. jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

Perbedaan Karangan Ilmiah & Karangan Non ilmiah :
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan non ilmiah yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel,  feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan non ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, roman, puisi, dan drama.

Karya non ilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

Sumber :

Label: ,

Pengertian Induktif & Deduktif

0 komentar

Metode induktif

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.
Contoh paragraf Induktif:
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti brigdensshafel muter, salsa (dan Kripton), free dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.
Contoh generalisasi:
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

Metode deduktif

Pengertian dari paragraf deduktif, yaitu sebuah paragraf yang berpola dari umum ke khusus, artinya paragraf yang didahului dengan kalimat umum kemudian dikembangkan dengan beberapa kalimat penjelas. Pembahasan mengenai jenis paragraf yang satu ini biasa kita temui dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, mulai dari SD hingga SMA. Contoh dari paragraf deduktif bisa kita temukan di pelbagai penyedia artikel, seperti internet, majalah, tabloid dan koran.
Contoh : Paragraf Deduktif

Negara adalah institusi mapan, tetapi tetap dinamis sehingga mampu mengantisipasi segala perubahan yang terjadi. Negara mewadahi seluruh kepentingan masyarakat bangsa. Ia hanya menyediakan kerangka umum yang bersifat abstrak, sehingga terbuka untuk ditafsirkan. Sementara pemerintah adalah pranata kontemporer, sebagai penyelenggara negara dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh konstitusi negara.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://rohmatullahh.blogspot.com/2013/09/pengertian-contoh-paragraf-deduktif.html
http://3.bp.blogspot.com/-P03jWwjBbLI/TwyNxLjKf_I/AAAAAAAAALM/vlT0xYcdFmc/s1600/buku2.jpg

Contoh Proposal

0 komentar

a.    Judul
Alarm Lemari Es
b.       Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari - hari seringkali seseorang lupa menutup pintu lemari es dengan rapat sehingga mengakibatkan udara dari luar masuk ke dalam lemari es, sehingga membuat bahan makanan yang di tempatkan di dalam lemari es bisa cepat busuk. Oleh karena itu lemari es hendaknya dilengkapi dengan alarm yang menandakan kalau pintunya tidak tertutup rapat.
Alarm lemari es ini menggunakan sebuah sensor cahaya yang berfungsi untuk mendeteksi apakah lampu pada lemari es sudah mati atau masih menyala. Sensor cahaya yang digunakan adalah LDR (Light Dependence Resistor).

Label:

Pengertian Bahasa Menurut Ahli

0 komentar

   Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.

Label:

Ragam dan fungsi bahasa

0 komentar

Ragam Bahasa

Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.

SISTEM INFORMASI KERETA COMMUTER

0 komentar

Dalam Kehidupan sehari-hari tentu manusia melakukan berbagai aktifitas bepergian kesuatu tempat maupun suatu daerah yang dilakukan secara rutin. Untuk melakukan aktifitas berpergian tentu membutuhkan alat transportasi seperti Kereta, Bis, Angkutan Umum, Kendaraan Pribadi, Dll.
Salah satu alat transportasi yang paling sering digunakan oleh penduduk Jakarta dan sekitarnya merupakan kereta. Kereta api adalah alat transportasi yang hemat biaya dan cepat mengantarkan penumpang ke tujuan. Oleh karena itu kereta api banyak di minati oleh warga ibu kota.
Tetapi timbul suatu masalah bagi penumpang kereta dan masinis yang menggunakan kereta. Sebagai seorang penumpang tentu saja memerlukan informasi tentang Jadwal Kereta, Daftar Stasiun, Posisi Kereta, dan rute kereta yang akan di naiki. Begitu pula masinis, seorang masinis yang bertugas mengemudika kereta pasti sangat membutuhkan informasi mengenai Jadwal Kereta, Daftar Stasiun, Posisi Kereta, dan rute kereta serta posisi kereta lain untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
Dari munculnya masalah tersebut penulis terinspirasi untuk membuat sebuah program yang dapat membantu baik penumpang kereta maupun pengemudi kereta untuk dapat memperoleh yang mereka butuhkan secara mudah.
Program ini dinamakan system informasi kereta commuter. Program ini memiliki spesifikasi yang akan di kembangkan agar compatible untuk hampir semua device. Dasar pemrograman yang digunakan untuk membuat program ini adalah visual basic.
Program ini di hubungkan ke sebuah server agar seluruh user dapat mengakses data mengenai informasi tentang kereta tersebut. Adapun tampilan visual basic program tersebut serta fungsi – fungsinyaakan dijabarkan lebih jelas pada paragraph berikutnya.

Gambar dibawah merupakan tampilan awal program ketika di luncurkan :


       Pengguna akan diberikan akun sendiri – sendiri agar dapat lebih terfokus pada tujuan yang mereka inginkan. Seluruh kalangan dapat mendaftar pada program ini. Tinggal klik tombol daftar maka pengguna akan disuguhi form pendaftaran seperti gambar dibawah.


         Setelah mengisi semua data secara lengkap checklis Accept Terms and Agreements maka akan muncul tombol setuju. Klik tombol setuju maka anda akan langsung masuk ke prfile anda.


          Di dalam profile terdapat menu daftar stasiun, posisi saat ini, info jalur, jadwal kereta, dan jam kerja.

Aplikasi ini dibuat untuk menyelesaikan tugas Interaksi Manusia & Komputer. Semoga dengan terselesaikannya tugas ini dapat mempermudah pengguna dalam menggunakan aplikasi yang penulis buat.
Penulis mengakui bahwa masih terdapat kekurangan maupun bug pada program ini. Untuk kedepannya program ini akan dikembangkan menjadi lebih baik lagi sesuai dengan fungsi aslinya.







Label:

Proyek Pengadaan Aplikasi Security

0 komentar

Berikut adalah file proyek sebagai tugas manajemen proyek dan resiko.

Download disini

Berhubung terlalu banyak saya tidak menulis langsung melainkan upload filenya

Penutup
Dengan dibuatnya proposal proyek ini semoga dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Terima Kasih